hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018

hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018

hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018
Ilustrasi Pajak Kendaraan

Motorscene ID

Pada artikel sebelumnya, team Motorscene ID mengulas cara mengecek pajak kendaraan kita dengan nopol DKI Jakarta. (Baca Disini) Dalam artikel tersebut telah diulas cara cek pajak kita dengan cara yang simple. Namun jika anda merasa ragu dengan besaran pajak dan cukup penasaran dengan cara menghitungnya. Team Motorscene ID akan mencoba mengulas sedikit tentang cara hitungan pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018.

Hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018 secara umum cukup mudah sebenarnya, kita cukup mengkalikan Nilai Jual kendaraan kita dengan koefisien kendaraan kita dengan tarif pajak yang berlaku (NJKB x Koefisien x tarif = Pajak Terhutang). Nah, apa itu nilai jual, Koefesien, dan tarif Pajak ? mari kita jabarkan satu persatu berdasarkan peraturan gubernur terbaru.

cek pajak kendaraan dki jakarta 2018
PKB Online

Nilai Jual

Nilai Jual disini bukan sembarang nilai jual, tapi Harga Pasaran Umum (HPU) yang telah di tetapkan oleh pemerintah pada minggu pertama bulan desember tahun sebelumnya. Penjelasan tentang ini dapat ditemui pada pasal 5 ayat 1 Pergub Nomor 38 Tahun 2018. Pada Gambar diatas dapat dilihat untuk Toyota Yaris tahun 2006 memiliki Nilai jual Kendaraan bermotor sebesar: Rp. 92.000.000

Koefisien

Filosofi dari koefisien menurut Pergub Nomer 38 tahun 2018 Pasal 4 ayat 2 huruf b adalah bobot yang mencerminkan secara relatif kadar kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan Kendaraan Bermotor. berikut angka koefesien untuk hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018 :

a. mobil roda tiga, sepeda motor roda dua dan sepeda motor roda tiga nilai koefisien sama dengan 1 (satu);
b. sedan nilai koefisien sama dengan 1,025 (satu koma nol dua puluh lima);
c. jeep dan minibus nilai koefisien sama dengan 1,050 (satu koma nol lima puluh);
d. blind van, pick up dan microbus nilai koefisien sama dengan 1,085 (satu koma nol delapan puluh lima);
e. bus nilai koefisien sama dengan 1,1 (satu koma satu); dan
f. light truck dan truck nilai koefisien sama dengan 1,3 (satu koma tiga).

Toyota yaris termasuk pada jeep dan Minibus dengan koefesien 1.050. informasi ini dapat dilihat pada gambar PKB Online diatas atau dari STNK.

Tarif Pajak

melansir dari website BPRD tarif pajak yang berlaku saat ini adalah :
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor kepemilikian oleh orang pribadi ditetapkan sebagai berikut:

Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama, sebesar 2% (dua persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5% (dua koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3% (tiga persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5% (tiga koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4% (empat persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam, sebesar 4,5% (empat koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh, sebesar 5% (lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan, sebesar 5,5% (lima koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan, sebesar 6% (enam persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh, sebesar 6,5% (enam koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas, sebesar 7% (tujuh persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas, sebesar 7,5% (tujuh koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas, sebesar 8% (delapan persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas, sebesar 8,5% (delapan koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas, sebesar 9% (sembilan persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas, sebesar 9,5% (Sembilan koma lima persen);
Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas, sebesar 10% (sepuluh persen);
Kepemilikan kendaraan bermotor oleh badan tarif pajak sebesar 2% (dua persen)
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor untuk :
TNI/POLRI, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, ditetapkan sebesar 0,50% (nol koma lima nol persen
angkutan umum, ambulans, mobil jenazah dan pemadam kebakaran, sebesar 0,50% (nol koma lima nol persen);
sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan sebesar 0,50% (nol koma lima nol persen)
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar ditetapkan sebesar 0,20% (nol koma dua nol persen)

Nah karena contoh toyota yaris diatas adalah mobil pertama maka tarifnya adalah 2%.

hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018

Nah setelah dapat semua variabelnya, tinggal dikalikan. Dengan contoh toyota yaris diatas maka perhitungannya menjadi
92.000.000 x 1.050 x 2% = 1.932.000.

Nah begitu kira kira hitung pajak kendaraan bermotor DKI Jakarta 2018 secara umum. Banyak variable lain yang mungkin digunakan seperti untuk angkutan umum dan lain sebagainya. Namun untuk kendaraan pribadi milik orang pribadi, cara hitung diatas sudah cukup menggambarkan pajak terhutang kita. semoga bermanfaat.

Post Terkait
2019 Nomor Pelat Kendaraan Ganti Warna Dasar Putih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *